Inilah 5 Top Metal Medan Yang Wajib Kamu Katahui

Buat metalhead medan pasti sudah tau mana saja band-band metal terbaik yang ada di kota medan, medan adalah salah satu kota penghasil band-band metal besar di pulau sumatera, nah mau tau band metal mana saja yang terbaik di kota medan?, sebenarnya banyak sih band-band metal di kota medan bagus-bagus namun kami memilih 5 besarnya saja versi kami, silahkan lihat videonya di bawah ini.


Nah sudah taukan? mungkin diantara kamu memiliki penilaian dan versi kamu sendiri dalam menilainya, salam metal (Ayu/Xvx)

Code Of The Slashers Lagu Di Album Terbaru CANIBAL CORPSE Yang Akan Menggiling Telinga Anda


Para Fansnya Canibal Corpse pasti sudah tidak sabar menunggu lama lagi kehadiran album terbaru dari band metal lawas ini, informasinya mereka akan melepaskan album terbaru mereka yang berjudul RED BEFORE BLACK pada november 2017 melalui metal blade records, yang pasti album ini mengobati kerinduan para fans mereka.



Kamu juga bisa mendengar Salah satu lagu yang ada di album Red Before Black yang berjudul Code Of The Slasher, santai di awal namun akan menggiling telinga kamu ketika di pertengahan lagu.

Demonator Death Symphonic Dari Kota Medan


Panggung metal kota medan bakalan ramai ni, dengan kehadiran DEMONATOR band Death Symphonic yang di bentuk pada Januari 2017 oleh Onic Athan tepatnya di kota medan.

Para personil band Demonator antara lain Onic Athan, Ameck, Jhoe dan Pendi, meskipun baru di bentuk band ini sudah memiliki 7 lagu jika tidak ada halangan band ini akan masuk dapur rekaman di akhir juli 2017. (Uc/xvx).

Demontial Akan Lepas Album Ketiga Mei 2017 Melalui Art Gates Records


dEMONTIAL Lama Tidak mengeluarkan album baru, akhirnya band metal asal Gothenburg swedia ini melepas album ketiga mereka yang berjudul Discovery di akhir Mei 2017 melalui Art Gates Record.

Setelah sukses dengan album State In Danial di tahun 2013 dan Tarassis di tahun 2014 yang lalu kini mereka akan membius telinga kita dengan lagu-lagu cadas di album discovery, menurut kami album ketiga mereka ini sangat bagus.


Berikut Tracklist di album dEMONTIAL - Discovery (Point: 90)

What Have We Become
Ashes
All That It Takes
Monster
Overload
If You Believe
Mimic
Carry On
Train Wreck
One Hour Stranger


Silahkan coba kamu dengarkan salah satu single dari album mereka yang berjudul All That Takes di atas ini.(Ayu/xvx).

Cellar Darling Akhirnya Lepas Black Moon Single Pertama Dari Album Terbaru Mereka


Kabar terbaru datang dari band epik metal asal swiss, cellar darling melepas single pertama mereka yang berjudul Black Moon, salah satu single di album mereka yang akan di lepas di tahun 2017 ini.

Dilansir dari website cellar darling.com 'Black Moon' adalah salah satu lagu pertama yang kami tulis setelah single debut kami tahun lalu, dan ini mungkin titik di mana kami pasti "menemukan" suara kami.

Ivo henzi sang gitaris menjelaskan Black Moon' adalah gagasan sebuah cerita yang didasarkan pada ketakutan akan bulan hitam ... Jadi, sebagai tema liris, kami akhirnya mengeksplorasi kecenderungan umat manusia untuk menambahkan interpretasi apokaliptik pada gerhana bulan.


Sekedar informasi para personil cellar darling adalah Ivo Henze, Merlin Sutter dan Anna Murphy, dimana mereka semua adalah ex personil dari band folk metal papan atas Eluvietie, mereka membentuk Cellar Darling pada tahun 2016 yang lalu setelah mereka resmi keluar dari band eluveitie.(uc/xvx).

VOB Band Metal Yang Beranggotakan Cewek Berhijab Kini Jadi Buruan Media Asing


Nama Voice of Baceprot (VoB) belakangan ini sangat heboh di jagat maya. Tak hanya dicari media lokal, berbagai media asing pun kini memburu band metal asal Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat itu.

Media asing ini sangat tertarik dengan gender, usia dan keyakinan yang dianut para personel VoB. Tak hanya itu,  kemampuan para personelnya mengolah musik metal yang selama ini identik dengan kaum pria pun menjadi salah satu daya tariknya.

Sebuah media online asal Republik Ceko, INFO.CZ misalnya, menuliskan berita ihwal ketiga personel VoB sebagai muslimah cilik asal Indonesia yang mampu memainkan musik trash metal dengan tempo nada yang cepat. Ya, kepiawaian tiga personel VoB, Firdda Kurnia (gitaris), Widi Rahmawati (bassis) dan Euis Siti Aisyah (drummer) memang sangat menarik perhatian.

Skill bermain gitar pada bagian tersulit juga dibahas bersamaan dengan gaya pakaian personel VoB yang kompak berhijab. Media asing lain yang turut mewawancarai VoB adalah Zoomin.Tv, sebuah media yang bermarkas di Amsterdam, Belanda.

Saat melakukan wawancara dengan VoB, Zoomin.Tv lebih tertarik untuk menanyakan peran para personel sebagai perempuan berhijab, dalam menyuarakan cara pandang mereka terhadap ketidakadilan. Media ini menggarisbawahi bila trio hijaber tersebut berani keluar dari stigma yang melekat pada diri perempuan selama ini.

Tak ingin ketinggalan, SBS Radio, sebuah radio dengan basis di Melbourne dan Sydney, Australia, turut mewawancarai VoB secara live. "Inti wawancara dengan SBS Radio adalah mengenai proses kreatif yang terjadi selama para personel VoB bermusik," tutur Cep Ersa Ekasusila Satia, manajer VoB, kepada Koran Sindo, Jumat (28/4/2017).

Sejumlah media asing lainnya juga pernah melakukan interview terkait band anak asuhannya tersebut. "Saya lupa namanya, ada beberapa lagi termasuk media dari Perancis pernah mewawancarai kami," ujarnya.

Menurut Ersa, semua wawancara itu dilakukan setelah sebelumnya masing-masing media asing tersebut menghubunginya melalui email. Tidak hanya diwawancarai oleh media asing, VoB yang dibentuk 14 Februari 2014 itu pun pernah mendapat tawaran manggung di Malaysia.

Salah satu label musik di Bandung, menyatakan kesiapannya untuk memboyong ketiga personel VoB untuk unjuk gigi di Negeri Jiran. Meski masih dalam tahap pembahasan, setidaknya ajakan tersebut menjadi sinyal positif bagi para remaja putri asal pelosok Garut itu di dunia musik.

"Ajakan main di Malaysia masih dalam tahap obrolan. Sudah ada beberapa kali dari pihak label menghubungi kami terkait hal itu," ucapnya.

Semua yang terjadi terhadap VoB, diakui Ersa merupakan sebuah jawaban atas mimpi-mimpi para gadis berhijab asuhannya di masa lalu. Pria yang akrab disapa Abah Ersa oleh para personel VoB ini mengungkapkan, semua mimpi itu satu per satu ditorehkan dalam secarik kertas, ketika mereka masih berkenalan dengan musik tiga tahun lalu.

"Ada kebiasaan dari anak-anak (para personel VoB), dahulu mereka selalu menulis mimpi dan keinginan di secarik kertas. Sekarang kertas-kertas berisi mimpi itu telah lusuh dan penuh coretan, karena satu per satu mimpi yang ditulis alhamdulillah telah tercapai," katanya.

Salah satu dari sekian mimpi mereka yang tergapai adalah mengalahkan rasa takut saat berada di depan khalayak. Sejumlah festival dan event mereka jajaki.

Terakhir, mereka manggung saat tiga band rock papan atas Indonesia, Kotak, /rif dan God Bless, tampil dalam gelaran Super Rawk Fest 2017, pada akhir Maret lalu. Mimpi yang tercapai lainnya adalah memiliki alat musik sendiri.

Maklum, sebelumnya ketiga personel VoB menggunakan alat musik milik manajer sekaligus guru mereka di studio. "Alhamdulillah sekarang sudah punya alat sendiri. Waktu tampil di Pameungpeuk, ada penonton yang kasih kado karena kami bawakan lagunya Pearl Jam. Dikasih gitar, bass dan drum," timpal Firdda, 16.

Besarnya dukungan dari keluarga, teman, hingga Balaceprot (fans VoB), menjadi bahan bakar Firdda cs mengembangkan bakat bermusik mereka. "Dulu orang tua ragu kami bisa main band, takut terbawa ke pergaulan negatif katanya. Tapi setelah kami buktikan tampil di televisi, keluarga mendukung penuh," ucapnya.

VoB sendiri saat ini telah berhasil menelurkan tiga single yang diciptakan bersama-sama, yakni School Revolution, Age Oriented (let's be old) dan The Enemy of Earth is You. Inti tema ketiga lagu tersebut adalah tentang perlawanan.

Pada lagu School Revolution, ketiganya mencoba mencurahkan kegelisahan para pelajar terhadap aturan pihak sekolah yang terkesan melakukan diskriminasi. Meski tak bermaksud menunjuk sekolah tertentu, sikap diskriminasi kerap terjadi dalam suatu aturan yang ada di sekolah.

Di lagu Age Oriented (let's be old), mereka menyampaikan diskriminasi yang memasung karya dan kreativitas anak muda. Sementara lagu The Enemy of Earth is You, memiliki makna tentang sekumpulan orang munafik perusak alam, penebar kebencian dan penghancur kemanusiaan, yang berlindung di balik slogan hak asasi manusia.[sn]

Beginilah Nasib Gitaris Paul Allender Setelah Keluar dari Band Cradle Of Filth Lihat Disini


Alasan Paul Allender keluar dari Cradle Of Filth di karenakan ketidak puasan dan tidak sejalannya misi dalam kubu band tersebut, Paul mengatakan bahwa COF tidak seperti yang dulu dan sangat monoton tidak ada gebrakan baru dari segi bermusik.


Setelah menghabiskan waktu yang lama bersama Cradle Of Filth pada tahun 2014 akhirnya Paul Allender resmi keluar dari band symphonic black metal yang telah membesarkan namanya.


Setelah keluar dari band COF, Paul Allender tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menjalankan hoby dan pekerjaanya sebagai pemain gitar, dia resmi bergabung white empress band symphonic extreme metal yang di bentuk pada tahun 2013.

Paul Allender mengatakan di band White Empress dia merasakan sesuatu yang berbeda dari COF, dia dapat menyalurkan semua aspirasi dan gaya permainan gitarnya di band tersebut. setelah resmi bergabung di band yang berbasis di  Twin Cities, Minnesota amerika serikat ini


Di tahun 2014, White Empress mengeluarkan Ep album dengan empat tracklist di dalamnya seperti Erased and Rewritten, Exile (The Empress Returns), Fall of the Old Guard, Obsession with the Empress (From Human to Divine).[Ayu/xvx]